Memahami Trilogi Universitas Nusa Putra
Sejarah Singkat Universitas Nusa Putra
Gagasan pendirian Nusa Putra sebagai lembaga pendidikan telah dimulai pada Tahun 2002 dengan didirikannya Warnet atau Warung Internet yang memfasilitasi para pelajar dan warga sukabumi untuk mendapatkan informasi yang diikuti berdirinya Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Nusa Putra (LP2NSP) yang berfokus pada pendidikan dan pelatihan komputer. Pada tahun 2004 resmi berdiri Yayasan Perguruan Nusa Putra Sukabumi yang kemudian diikuti dengan pendirian Lembaga Pendidikan Informatika Nusa Putra (LPI NSP). Sejak itu, Nusa Putra terus berkembang hingga pada Tahun 2007 Sekolah Tinggi Teknologi Nusa Putra (STT Nusa Putra) dengan empat Program Studi S1 yaitu S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi dan S1 Sistem Informasi serta 2 Program Diploma D3 yaitu D3 Teknik Mesin dan D3 Teknik Elektronika. Sebelas tahun kemudian tepatnya pada tahun 2018 Berdirilah Universitas Nusa Putra sebagai perubahan bentuk dari STT Nusa Putra yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 108/KPT/I/2018 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Teknologi Nusa Putra di Sukabumi Menjadi Universitas Nusa Putra dengan penambahan enam program studi S1 yaitu S1 Manajemen, S1 Hukum, S1 Akuntansi dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Teknik Mesin, dan S1 Teknik Elektro. Pada Tahun 2019 berdiri program Magister S2 Ilmu Komputer (computer science).
![]() |
| Foto : Gedung Kampus Nusa Putra Sukabumi |
Sebagai sebuah Perguruan Tinggi, Universitas Nusa Putra menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berorientasi kepada arah kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Di sisi lain, dalam rangka pembinaan kelembagaan, Universitas Nusa Putra juga menganut kebijakan dan ketentuan yang ditetapkan oleh yayasan Perguruan Nusa Putra. Arah kebijakan yang utama yaitu progam internasional yang menyeluruh baik dari aspek akademik maupun non-akademik. Kebijakan tersebut diwujudkan dengan pembukaan kelas internasional dan penerimaan mahasiswa asing pada semua program studi. Hingga tahun 2023, tercatat ada sebanyak 230 mahasiswa asing yang berasal dari 38 negara seperti Armenia, Prancis, Yaman, Palestina, Myanmar dan negara-negara lainnya.
Visi
Menjadi institusi pendidikan tinggi unggul melampaui standar nasional pada tahun 2030 dan kelas dunia pada tahun 2045 di bidang sosial, sains dan teknologi yang tangguh sebagai ujung tombak untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang cerdas, kreatif, inovatif dan religius
Misi
- Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, pengajaran dan pembelajaran yang unggul dan bermutu tinggi
- Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengkajian, penelitian, publikasi dan pematenan hasil penelitian yang unggul dan bermutu tinggi.
- Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat menjawab masalah dan tantangan masyarakat yang unggul dan bermutu tinggi.
- Mengembangkan organisasi yang tangguh dan inovatif dengan memanfaatkan potensi sumberdaya secara optimal sehingga dapat andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara.
- Mendorong tumbuhnya kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi di Indonesia demi terciptanya kemandirian bangsa.
Konsep Filosofi Nusa Putra
Kenusaputraan adalah konsep filosofis yang diusung oleh Universitas Nusa Putra sebagai landasan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berwawasan luas, berbudi pekerti luhur, dan memiliki keterampilan yang mumpuni. Kenusaputraan mencakup tiga aspek utama yang dikenal sebagai Trilogi Nusa Putra.
Trilogi Nusa Putra
1. Amor Deus (Cinta Kasih kepada Tuhan)
Amor Deus melibatkan pengembangan hubungan yang kuat dengan Tuhan dan mengekspresikan cinta kasih kepada-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa cara untuk menerapkan konsep ini adalah :
- Berdoa dan beribadah: Mengalokasikan waktu untuk berdoa dan beribadah merupakan cara yang penting untuk mengasah hubungan kita dengan Tuhan. Melalui doa dan ibadah, kita bisa mengungkapkan rasa syukur, memohon petunjuk, dan mencari kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Mengembangkan sifat-sifat kebajikan: Mengimplementasikan cinta kasih kepada Tuhan juga berarti mengembangkan sifat-sifat kebajikan dalam tindakan kita sehari-hari. Misalnya, dengan mempraktikkan kesabaran, kerendahan hati, dan kejujuran, kita dapat mencerminkan nilai-nilai yang dianjurkan oleh agama kita.
- Menghargai ciptaan Tuhan: Alam semesta adalah karya Tuhan yang indah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menghargai ciptaan-Nya dengan menjaga lingkungan, meminimalisir dampak negatif terhadap alam, dan menghormati keanekaragaman hayati.
![]() |
| Foto : Ilustrasi |
2. Amor Parentium (Cinta Kasih kepada Orang Tua)
Amor Parentium melibatkan penghormatan, penghargaan, dan pengasuhan yang baik terhadap orang tua. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menerapkan konsep ini dengan cara berikut:
- Menghormati dan mendengarkan orang tua: Mendengarkan pendapat, nasihat, dan pengalaman orang tua merupakan langkah penting untuk menghormati mereka. Kita dapat memberikan perhatian dan waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan mereka, serta melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan penting.
- Menghargai peran dan pengorbanan orang tua: Orang tua seringkali melakukan pengorbanan besar dalam mendidik dan merawat kita. Menghargai peran mereka dengan mengucapkan terima kasih, membantu mereka dalam tugas-tugas rumah tangga, dan memberikan dukungan emosional adalah cara nyata untuk mengimplementasikan Amor Parentium.
- Merawat orang tua di masa tua: Ketika orang tua kita menua, penting untuk memberikan perawatan yang baik dan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional mereka. Memprioritaskan kehadiran fisik dan memberikan perhatian yang penuh kasih adalah wujud cinta kepada orang tua.
![]() |
| Foto : Ilustrasi |
3. Amor Concervis (Cinta Kasih kepada Sesama)
Amor Concervis melibatkan menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama manusia dan mendorong keadilan sosial. Berikut adalah cara-cara untuk menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari:
- Menghormati perbedaan dan mempraktikkan empati: Mengimplementasikan Amor Concervis berarti menghormati perbedaan, termasuk perbedaan budaya, agama, dan pandangan politik. Mempraktikkan empati dan mendengarkan dengan penuh perhatian adalah langkah penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis.
- Membantu sesama dalam kebutuhan: Menciptakan cinta kasih kepada sesama berarti kita siap membantu mereka yang membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melakukannya dengan menjadi sukarelawan, menyumbangkan waktu, atau memberikan bantuan materi kepada mereka yang kurang beruntung.
- Membangun dialog dan kerjasama: Menciptakan cinta kasih kepada sesama juga berarti membangun dialog yang konstruktif dan kerjasama dalam masyarakat. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, berkontribusi pada solusi masalah sosial, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, kita dapat mewujudkan Amor Concervis dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Foto : Ilustrasi |
Kesimpulan
Universitas Nusa Putra dengan konsep Kenusaputraan dan Trilogi Nusa Putra berkomitmen untuk menciptakan generasi yang berintegritas, inovatif, dan peduli sosial. Mari bergabung dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi masa depan yang lebih baik.




Gabung dalam percakapan